20 poin yang harus kamu cek sebelum upload konten.
Kalau lebih dari 5 poin terlewat — kontenmu tidak akan masuk FYP.
Cara pakai: Centang setiap poin sebelum kamu tekan tombol upload. Konten yang lolos 18–20 poin punya peluang FYP 3x lebih tinggi. Berdasarkan pengalaman melatih ratusan pelaku bisnis di Makassar & Indonesia Timur.
Konten tanpa riset = tembak gelap
3 detik pertama menentukan segalanya
Fakta: TikTok mengukur "Completion Rate" — berapa % penonton yang nonton sampai selesai. Kalau di bawah 30%, kontenmu tidak akan didistribusikan. Struktur yang benar adalah satu-satunya cara untuk menaikkan angka ini.
TikTok sekarang adalah mesin pencari
Pro tip Daeng Faqih: TikTok sudah jadi search engine nomor 2 setelah Google untuk Gen Z. Orang sekarang ketik "cara jualan skincare TikTok" langsung di TikTok — bukan di Google. Kata kunci di caption & audio kamu harus dioptimasi untuk ini.
Satu video bagus tidak cukup
Realita TikTok: Akun yang posting 1x/hari tumbuh 4–5x lebih cepat dari akun yang posting 3x/minggu. Algoritmanya memberi "reward" pada konsistensi — bukan pada kesempurnaan sesekali.
Yang tidak diukur tidak bisa ditingkatkan
Metrik yang paling penting: Watch Time (berapa detik rata-rata ditonton), Completion Rate (% yang nonton sampai selesai), dan Share Rate (berapa yang di-share dibanding yang menonton). Bukan jumlah likes.
Checklist ini baru permulaan. Kalau kamu mau belajar full sistem konten FYP yang sudah terbukti menghasilkan untuk ratusan bisnis di Makassar & Indonesia Timur — bergabung di kelas & komunitas Daeng Faqih.
👉 Chat Daeng Faqih di WhatsAppDM langsung: 081355357767